STRUKTUR KURIKULUM TH.2022 SEKOLAH DASAR

 


Sekolah dasar (SD), menurut Waini Rasyidi (1993) pada hakikatnya merupakan satuan atau unit lembaga sosial (social institution) yang diberi amanah atau tugas khusus (specific task) oleh masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan dasar secara sistematis.

Pendidikan Sekolah Dasar sebagai suatu proses yang bukan hanya memberi bekal kemampuan intelektual dasar dalam membaca, menulis dan berhitung saja melainkan juga sebagai proses mengembangkan kemampuan dasar peserta didik secara optimal dalam aspek intelektual, sosial, dan personal, untuk dapat melanjutkan pendidikan di SLTP atau yang sederajat

Pengertian dari sekolah ialah sebuah tempat atau wadah bagi anak untuk belajar yang dibimbing oleh para guru. jadi arti dari sekolah dasar adalah, sebuah tempat belajar bagi anak-anak yang tingkatannya paling awal.

Pada saat kelas 1, siswa baru akan diajarkan tentang membaca-menulis dan juga berhitung. Akan tetapi, saat ini siswa SD sudah dijejali dengan hal-hal yang lebih dari kemampuan mereka.

Anak SD saat ini sudah dituntut segala macam hal. Artinya, banyak sekali tuntutan-tuntutan yang dibebankan terhadap anak SD. Hal ini akan sangat memberatkan bagi anak SD itu sendiri. Anak SD sebaiknya memang sudah belajar, akan tetapi bukan pelajaran yang berat.


Struktur Kurikulum Baru th.2022 dan Alokasi Jam MAPEL Sekolah Dasar (SD)





Kemampuan Dasar Sekolah Dasar

Pendidikan Sekolah Dasar sebagai suatu proses yang bukan hanya memberi bekal kemampuan intelektual dasar dalam membaca, menulis dan berhitung saja melainkan juga sebagai proses mengembangkan kemampuan dasar peserta didik secara optimal dalam aspek intelektual, sosial, dan personal, untuk dapat melanjutkan pendidikan di SLTP atau yang sederajat.

Seharusnya Standar Kompetensi Lulusan (SKL) peserta didik Sekolah Dasar HARUS BERKEMAMPUAN Membaca-Menulis-Berhitung (CALISTUNG) sehingga dapat mengikuti proses pengembangan kemampuan dasar selanjutnya secara optimal dalam aspek intelektual, sosial, dan personal, untuk dapat melanjutkan pendidikan di SLTP atau yang sederajat.

Alokasi Jam Pelajaran sebanyak 252JP per tahun pada kelas 1 dan 2 dalam pertemuan setiap hari belajar cukup memberikan kesempatan bagi Guru untuk mengajar dan membimbing peserta agar berkemampuan CALIS pada kelas 3. Dan alokasi Jam Pelajaran Matematika sebanyak 180JP pada kelas 1 dan 2 yang juga dilaksanakan setiap hari belajar memungkinkan Guru memberikan "pengenalan" mengenai angka dan matematika secara mendasar dalam bentuk kontektual di kehidupan sehari-hari secara sederhana. Sehingga pada saat menduduki kelas 3 peserta didik telah dapat "Membaca - Menulis" dengan lancar dan mengerjakan simulasi Matematika sederhana dengan baik.

Target kemampuan tersebut diatas bagi Peserta Didik kelas 1 dan 2 adalah target pengabdian bagi Guru Pengajar  kelas 1 dan 2 yang menuntut kesabaran dan ketelatenan serta kreativitas teknik pengajaran secara individual peserta didik yang dalam tahap mengenal lingkungan baru di Sekolah. Mereka peserta didik kelas 1 dan 2 masih memerlukan pendekatan "suasana keluarga" yang membuat mereka "tidak takut" dalam bersosialisasi dalam lingkungan sekolah.

SOSIALISASI

Jean Piaget (1896-1980) adalah seorang psikolog klinis yang berasal dari Swiss. Beliau dikenal luas karena karyanya yang mempelopori pemahaman lebih lanjut mengenai tumbuh kembang anak.

Beliau mengembangkan sebuah teori bahwa anak –anak berkembang dengan tahapan yang berbeda-beda, yang mengakibatkan anak yang berkembang pada tahap yang lebih lanjut dapat memahami hal-hal yang tidak dapat dipahami oleh anak pada tahap perkembangan sebelumnya. Lebih lanjut lagi, Piaget juga meyakini bahwa anak berpindah melalui tahapan-tahapan ini sebagai hasil dari pengalaman fisik dan interaksi dengan obyek-obyek yang terakumulasi.

Peserta didik kelas 1 dan 2 perlu mendapatkan pendampingan intensif agar mampu beradaptasi dengan lingkungan Sekolah dan menyerap materi pelajaran dengan baik.

Kemampuan CALISTUNG di kelas 1 dan 2 merupakan prasyarat memungkinkan di capai kemampuan di kelas berikutnya serta tercapainya SKL waktu diakhir kelas VI, tentunya juga memungkinkan peserta didik melanjutkan ke tingkat pendidikan lebih tinggi.

Keberhasilan Sekolah Dasar terutama klas 1 dan 2 adalah AWAL dari keberhasilan upaya Pencerdasan Bangsa , dan Guru klas 1 dan 2 adalah aktor utama dan pertama pelaku pendidikan di Sekolah Dasar;


endrobisa 090723





























































































Comments